Kamis, 04 Juli 2013

ikan pesut (lumba-lumba air tawar) mahakam


IKAN PESUT MAHAKAM
(LUMBA-LAMBA AIR TAWAR)
Pesut atau lumba-lumba air tawar adalah spesies mamalia air yang menghuni wilayah perairan tawar di India, Indocina, Filipina dan Kalimantan. Pesut pertama kali dideskripsikan oleh Sir Richard Owen tahun 1866 berdasarkan satu spesiemen yang ditemukan tahun 1852, di pelabuhan Vishakhapatnum di pantai timur India. Pesut adalah satalah satu spesies dari genus Orcaella. Kadang-kadang pesut terdaftar dalam beragam famili yang terdiri dari ia sendiri dan pada Monodontidae dan dalam Delphinapteridae. Sekarang ada persetujuan bahwa pesut termasuk famili Delphinidae.
1.      Klasifikasi ilmiah:
Kingdom   : Animalia
Filum         : Chordata
Kelas         : Mamalia
Ordo          : Cetacea
Famili        : Delphinidae
Genus        : Orcaella
Spesies      : O. Brevirostris
Nama secara umum:
Nama lokal            : Ikan pesut (lumba-lumba air tawar)
Nama Ilmiah         : Orcaella brevirostris
Nama Indonesia    : Pesut Mahakam
Nama Inggris        : Irrawaddy Dolphin




 





Gambar morfologi ikan pesut
2.      Morfologi ikan pesut
Adapun ciri-ciri morfologinya adalah:
·  
       Tubuh memiliki bentuk simetris bilateral.
·         Tipe sisik plakoid (tidaak bersisik).
·         Seluruh tubuh berwarna kelabu hingga biru tua, bagian bawahnya berwarna lebih pucat. Tidak ada pola yang khas.
·         Sirip punggung kecil yang terletak dua pertiga posterior di punggung, pendek, tumpul, dan segitiga. Sirip tangan panjang dan lebar. dan membulat di tengah punggung. Tidak memiliki sipip dubur.
·         Dahinya tinggi dan membulat; tidak bermoncong
·         Pesut dewasa beratnya lebih dari 130 kg dan panjangnya 2,3 m psaat dewasa. Panjang maksimum yang tercatat adalah jantan 2,75
m
·   
      Lumba-lumba air tawar  ini dianggap mencapai kedewasaan seksual pada 7 sampai 9 tahun. Masa hamilnya 14 bulan, melahirkan seekor anak setiap 2 hingga 3 tahun. Saat lahir panjangnya 1 m dan beratnya 10 kg. Umur pesut dapat mencapai 30 tahun.
·         Lubang hembus berbentuk U terletak di bagian kiri dari bagian tengah dorsal (punggung) dan membuka ke depan
·         Sama seperti spesies dari famili Delphinidae lainnya, Pesut memiliki leher yang fleksibel yang menjadikan mereka dapat mencari makan di perairan dangkal
·         Bentuk gigi kecil, meruncing, dan seperti pasak  dengan ukuran panjang sekitar 1 cm sama di kedua rahang  bawah dan atas
·         Memiliki 2 keunikan anatomi yaitu tidak memiliki cardiac sphincter (katup penghubung perut dan kerongkongan) dan perut terbagi menjadi beberapa kompartemen (bagian)
·         Prilaku:
-          Pesut tidak bisa berakrobat dan tidak berenang di permukaan  mengikuti gelombang, tetapi dapat melompat keluar air dan satu-satunya mamalia air yang menyemburkan air melalui mulut ke arah atas yang dapat mencapai tinggi 1,5 meter yang dimaksudkan untuk menggiring ikan
-          Pesut biasanya terlihat bergerak dalam kelompok yang kira-kira terdiri dari 6 individu, dan 10-15 individu pernah terlihat
·      Makanan berupa Ikan, Krustasea (udang), Cephalopoda (cumi-cumi), dan telur ikan, Dua spesies ikan mas (Cyprinidae) yaitu Cirrihinus siamensis dan Paralaubuca typus 

3.      Sistem organ
a.       Sistem otot
Tubuh dan ekor sebagia besar tersusun oleh otok daging yang bersegmen (myomers) otot yang berdaging itu melekat pada vertebrata jari-jari penyokong. Bagian-bagian otot daging melebar dan berbentuk lapisan zigzag memanjang ke belakang. Antara segmen-segmen terdapat lapisan jaringan ikat longgar seolah-olah sebagai septa (mycomata). Otot daging pada sirip, bagian insang dan kepala kecil.
b.  
    Sistem digestifus
Mulut – pharynk- oesophagus – ventrikulus – intestinum tinue – intestinum crasum – rectum – an
us.
Pada
bagian mulut banyak terdapat gigi yang berguna untuk mengunyah makanan. Terdapat sejumlah kelanjar mukosa tetapi tidak terdapat kelenjar ludah.lidah kecil melekat pada dasar rongga mulut dan merupakan alat yang membantu gerakan pernafasan.
Pharynxsebagai rongga di belakang mulut merupakan persimpangan jalam makanan dan jalan respirasi
Esophagus yang merupakan pipa musculus yang sempit sebagai lanjutan pharynx. Pipa ini melalui daerah cervix (leher) masuk ke dalam thorax. Selanjutnya menembus diafragma melalui hiatus esophagus meninggalkan cavum thoraxicalis masuk ke dalam abd
onasi
Ventr
ikulus berbentuk kantung. Dibedakan
at
as
-          Cardia tempat muara es
ophagus
-          Pylorus sebagai bagian akhir dan selanjutnya bersambung dengan duodenum (intestinum
)
-       
   Fundus sebagai ruang sebelah caudal dari cardia.
Dindingnya banyak mengandung kelenjar-kelenjar yang menheluarkan sekresi berupa pepsin dan HCl. Dinding ventrikulus sebelah dalam ke sebelah luar adalah mucosa (selaput lendir), dan tunica mucosa ( lapisan otot daging).
Int
estinum yang pendek merupakan saluran berkelok-keloktempat penyerapan zat makanansetelah mengalami perombakan yang terakhir sebagai enzim. Intestinum pada bagia cranial ke caudal dibagi ata
s:
-     
     Intestinum tinue yang dibagi menjadi duodenum berbentuk huruf U, jejenum da ileum.
-          Intestinum crasum dimulai dari caecum yang merupakan pembatas antara intestinum tinue dan intestinum crasum
Setelah melewati intestinum tinue barulah sisa makanan akan di buang ke rectum yang bermuara di anus.

c.       Sistem reproduksi
Alat kelamin terpisah. Pada ikan pesut jantan terdapat alat kopulasi berupa penis, testis umumnya terdapat dalam scrotum yang terletak diluar abdomen. Pada testis sperma dikumpulkan melalui pembuluh epididimusterus ke saluran sperma atau vasa diferensia. Selanjutnya vada diferensia masuk ke dasar urethra membentuk saluran umum urogenitalis melalui alat kopulasi penis yang akan mentranfer sperma kke dalam vagina hewan betina pada waktu kopulasi.
Hewan betina memiliki 2 ovari yang teletak di belakang ren. Sebelah lateral dari masing-masing ovarium terdapat pembuluh ostium yang selanjutnya berhubungan dengan saluran silindris oviduck (tuba falofi). Kedua oviduck membentuk saluran yang berdinding tebal disebut uterus. Dari uterua terjulur saluran yang disebut vagina yang terletak antara vasica urinaria dan dan rectum yang berakhir pada muara urogenitalis. fertilisasi terjadi di dalam. Telur biasanya kecil tampa cangkok dan tinggal dalam uterus untuk tumbuh selanjutnya, memiliki memberan embrionica, biasanya memiliki plasenta yang menghubungkan embryo dengan dinding uterus yang digunakan untuk nutrisi dan respirasi, anaknya diasuh setelah lahir.
Secara lebih terperperinci:
a)      Betina :
-          Sepasang ovarium yang melekat pada mesofari
-          Sepasang oviduct, yaitu terletak dari ujung depan rongga pleuroperital menuju ke posterior dan bermuara pada kloak. Dekat permukaan ventral bagian depan kedua oviduck menyatu membentuk ostium. Setiap oviduct terdiri dari bagian depan yang menggelembung mengandung kelenjar cangkang.
b)  
    Jantan
-
          Sepasang testis melekat pada mesorkium.
-          Sperma mengalir dati testik ke vasa eferen, epidid
imis,
-          Bagian posterior dari vas deferens mengalami pembesaran disebut vesikel seminal (yang bermuara dalam kantung sperm
a)

d.      Sistem respirasi
Ika
n pesut termasuk ke dalam kelas mamalia, sehingga dapat di tentukan organ pernafasan pada ikan ini adalah paru-paru. Sehingga untuk mendapatkan suplai udara yang lancar, maka ikan pesut ini akan menghirup udara ketika naik ke atas permukaan untuk menyemburkan air sekaligus dilakukan pengisapan oksigen.
Udara yang di hirup melalui mulut akan masuk dari larinx lalu ke bawah dalam saluran udara yang disebut tracheayang terus bercabang menjadi bronchisyang berada pada cavum thoracalis. Tiap bronchis becabang lagi di dalam pulmo menjadi bronchioli dan berakhir denga alveioli. Gelembung alvieoli ini diliputi oleh pembuluh kapiler dan padanya terjadi pertukaran zat  oksigen dan karbondioksida sebagai respirasi luar. Pulmo berstruktur spons yang elastis, masing-masing bagian kana dan kiri terdiri atas 3 lobi. Masing-masing pulmo terdapat selaput pleura dan antara pulmo dan selapur pleura terdapat rongga pleura.

e.       Sistem ekskre
si
Dua
buah ren (ginjal) terletak di daerah lumbalis sebelah atas peritonium. Cairan urine akan keluar dari masing-masing ren ke bawah melalui pembuluh ureter ditampung sementara dalam vasica urinaria yang terletak di media ventralis dari rectum. Secara periodik musculus dinding vesica urinaria berkontraksi sehingga urine akan keluar melalui pembuluh uretra. Pada hewan betina berakhir pada apertura urogenitalis, tapi pada hewan jantan uretra berada pada penis dan berakhir pada ujungnya. Proses pembersihan darah dalam ren adalah denga filtrasi dan reabsorbsi selektif.
f.       Sistem saraf
Terdiri atas saraf pusat dan saraf perifer.
Sa
raf pusat, terdiri atas:
-          Otak, besar dibandingkan dengan aves. Hemespherium cerebri meluas hingga menutupi bagian lainnya dan pada permukaanya terdapat bentuk yang disebut:
ü  sulkus (masuk ke dalam) yang membagi otak menjadi daerah –daerah yang masing-masing disebut lobi.
ü  gyrus (yang menonjol).
-          Cerebellu (otak kecil) yang meluas dan memiliki lekukan yang kompleks. Terdiri atas bagian tengah disebut vermis (cenrtalis) dan lobus lateralis sinistrum dan dextrum yang terletak sebelah kana dan kiri dari vermis.
-          Pada otak terdapat 12 cervi cranialis dan dari medula spinalis pada tiap-tiap ruas akan keluar nervi spinalis yang memberi persarafan pada tiap segmen tubuh ke perifer. Badan-badan atau simpul sistem simpatik terletak sebelah ventral dari vert
ebra.



DAFTAR PU
STAKA

Anonim. Diuduh di http://richocean.wordpress.com/ikan-air-tawar/pesut/ pada hari jum’at
tanggal 7 juni 2013.
Anonim. Diuduh di http://marinebio.org/species.asp?id=341pada hari jum’at
tanggal 7 juni 2013.
Anonim. Diunduh pada tanggaljuni 7, 2012 di
Jasin, Maskori. Zoologi Vertebrata. Surabaya: Sinar Wijaya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar